fbpx
Home / Berita / Mahasiswa STAI Mempawah Kritik Persyaratn Untuk Daftar Jadi Hakim

Mahasiswa STAI Mempawah Kritik Persyaratn Untuk Daftar Jadi Hakim

 

Mempawah – NU Khatulistiwa, Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mempawah mempertanyakan mengapa akreditasi perguruan tinggi masuk dalam persyaratan untuk mendaftar hakim. Hal itu disampaikan mahasiswa saat melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengadilan Agama Mempawah Kelas IB, Rabu, 19/9

Sebagaimana diketahui, dalam pengumuman pendaftaran hakim tahun lalu disebutkan bahwa syarat sarjana yang bisa mendaftar hakim minimal perguruan tingginya berakreditasi B.

“Harusnya syarat seperti itu tidak ada. Karena di daerah-daerah luar Jawa masih banyak perguruan tinggi yang akreditasinya di bawah B. Ini kan tidak adil. Mana pelaksanaan dari Sila Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia?” ujar salah seorang mahasiswa (STAI) Mempawah, Salihin.

Menurut Salihin, untuk mengukur seseorang layak menjadi hakim atau tidak, mestinya lewat tes atau ujian seleksi. Walaupun seseorang lulusan perguruan tinggi berakreditasi C tapi kalau bisa mengerjakan soal ujian, itu artinya dia mampu dan layak menjadi hakim.

Mahasiswa STAI Mempawah yang lain, Kusmayadi, juga mempertanyakan hal yang sama. Kualitas seorang sarjana, baginya, tidak ditentukan oleh akreditasi perguruan tinggi.

“Kualitas lulusan perguruan tinggi berakreditasi C belum tentu kalah dibandingkan perguruan tinggi berakreditasi A. Banyak putra-putri Indonesia yang tinggal di daerah-daerah luar Jawa yang mempunyai kemampuan sama dengan yang di kota-kota besar atau di Jawa,” tuturnya.

Mahasiswa lainnya, Wasilah, sependapat dengan rekan-rekannya. Ia berpandangan bahwa kesempatan untuk menjadi hakim seharusnya dibuka selebar-lebarnya kepada seluruh warga negara. Tidak perlu dibatasi untuk kelas tertentu.

Bekerja atau mencari penghidupan, sambung Wasilah, adalah hak warga negara yang dilindungi oleh konstitusi. Pasal 27 Ayat 2 Undang-Undang Dasar Tahun 1945 menegaskan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. (red.Fauzi)

Check Also

“Ayo Menanam” Dalam Hadapi Krisis Corona

Oleh: Dr.Yusriadi, MA Ketua PW ISNU Kalbar Sore itu di akhir Maret 2020, di Group …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com