fbpx
Home / Berita / IAIN Pontianak Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama Gandeng Polda dan Kemenag

IAIN Pontianak Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama Gandeng Polda dan Kemenag

 

Pontianak – NU Khatulistiwa,  Institut Agama Islam Negeri Pontianak telah mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Moderasi Beragama : Meneguhkan Kerukunan dalam Bingkai NKRI, sekaligus dikemas dengan Lunching Rumah Moderasi IAIN Pontinak. Seminar ini bertempat di Aula Abdur Rani Mahmud IAIN Pontianak. Sabtu, 29/9.

Seminar ini dihadiri oleh Drs.Muhammad Tambrin, M.Pd. Selaku  Sekretaris Inspektorat Jendral Kementrian Agama Republik Indonesia, Irjen Pol. Didi Haryono yang dalam hal ini diwakili oleh kepala Biro Polda Kalimantan Barat. Dihadiri pula oleh Drs. Ridwansyah M.Si selaku kepala Kementrian Agama Kalimantan Barat. Serta para tokoh agama yang ada di Kalimantan barat. Seminar ini diramaikan pula oleh mahasiswa IAIN Pontianak.

Dr.Ridwan, M.A yang merupakan ketua panitia memaparkan tentang kondisi Kalimantan Barat provinsi ini menurutnya merupakan suatu anugra dari Allah baik dari segi demografis yang masyarakatnya plural, serta dari segi geografis yang wilayahnya luas , subur dan jauh dari baencana. Sebagai masyarakat Kalimantan Barat harus bisa mengoptimalisasi anugrah tersebut dengan terciptanya masyarakat yang rukun dan damai, hal itu bisa dilakukan dengan bersikap moderat.

“Acara pagi ini merupakan komitmen untuk menjaga perdamaian, yang dimana Kepolisian sebagai garda pengawasan keamanan,  IAIN Pontianak sebagi innstitusi yang melaksanakan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, Forum Kerukunan Umat  Beragama (FKUB) sebagai persatuan agama, dan kementrian agama sebagai bukti adanya pemerintah yang ikut serta mengawal perdamaian negeri” Imbuhnjya. Ia juga mengenalan tentang Rumah Moderasi yang akan di launching, bahwa Rumah Moderasi IAIN Pontianak akan menjadi pusat intens yang akan menjamin dan menangka perpecahan.

Rektor IAIN Pontianak Dr. Syarif M.A, dalam sambutannya menyampaikan, moderasi beragama penting demi menyambut Pilpres 2019 mendatang. Bersikap moderat dalam rangka menjaga kedamaian Kalimantan Barat, agar tidak ada perpecahan karena berbagai Isu. Ia menjelaskan bahwa agama dapat dijadikan mobilisasi, agama keras bisa berbahaya jika dijadikan alat mobilisasi.

Ia menganjurkan agar meresapi doktrinasi moderat, karena kalau tidak diresapi dan dilakukan hasilnya akan nihil. Pentingnya memahami” ukhwah ilahiyah”, persaudaraan setuhan karena semua agama mengajarkan bahwa tuhan itu Esa. Ia mengatakan bahwa mendalami agama masing masing dengan bersikap moderat, berislam wasatiyah itu penting.

“ saya akan menanamkan sikap moderat, dan islam wasatiyah kepada 7000 mahasiswa IAIN” imbuhnya. Menyinggung tentang Rumah Moderasi, melaui Tri Darma Perguran Tinggi, IAIN Potianak siap menjadi garda terdepan moderasi beragama.

Memasuki acara seminar yang di moderator oleh Dr.Ismail Ruslan selaku ketua Forum Kerukunan Umat Beragam Kalimantan Barat. Dalam materinya Drs. Muhammad Tambrin menjelaskan tentang Pencegahan Radikalisme dalam prespektif pengawasan.

“Menjelang pemilihan presiden terdapat isu isu kekerasan maupun hujatan yang mengatas namakan agama, dan yang menjadi sasaran adalah pemerintah. Padahal dalam Al Quran sudah dijelaskan selain umat muslim menaati Allah dan Rasul, umat muslim juga harus menaati Ulil Amri, siapa ulil amri sekarang ya presiden, kalau di kampus ya rector, dan pemimpin pemimpin lainya” jelasnya.

Menurutnya bersikap radikalis itu adalah hal egosektoral, dimana merasa paling benar dan tidak menghargai yang lain. NU dan Muhammadiyah sudah mencontohkan sikap saling menghargai. Dengan demikian perlu adanya penguatan nilai nilai kebangsaan dalam beragama.

Polda Kalimantan barat juga bersinergi menjaga kedaimaian NKRI, mereka akan melindungi dan mengawasi masyarakat untuk menjaga harkat dan martabat sesuai koteks  kemanusian.Polda kablar berkerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dan organisasi untuk mengawal keutuhan NKRI.

Sama halnya Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama  Drs. Ridwansyah, M.SI  menyerukan agar masyarakat Kalimantan Barat menjaga kepluralan, karena kepluralan adalah anugarah. IAIN Pontianak menjadi tuan rumah dengan berdialog dan berinteraksi tentang perbedaan perbedaan  yang dapat menyatukan. (Maulida)

Check Also

“Ayo Menanam” Dalam Hadapi Krisis Corona

Oleh: Dr.Yusriadi, MA Ketua PW ISNU Kalbar Sore itu di akhir Maret 2020, di Group …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com