fbpx
Home / Berita / Sarasehan HCC Himbau Setiap Instansi Melawan Hoax dan Berikan Pesan Damai

Sarasehan HCC Himbau Setiap Instansi Melawan Hoax dan Berikan Pesan Damai

 

Pontianak – NU Khatulistiwa, Hoax Crisis Center (HCC) Kalimantan Barat, merupakan organisasi yang menangani dan mengklarifikasi hoax di Kalimantan Barat baru saja mengadakan Sarasehan dengan tema “Hoax Dan Ujaran Kebencian  Ancaman Keberagaman di Kalimantan Barat”  yang berlokasi di Lantai Lima Hotel Santika. Rabu (29/08/18)

Sarasehan yang diadakan oleh HCC Kalimantan Barat ini dihadiri oleh, Rektor Universitas Tanjung Pura  Prof.Dr Tamrin , kemudian dewan adat dayak, dewan adat Tionghoa, sejarawan Kalimantan Barat, Budayawan Kalimantan Barat, KPU, Bawaslu, Kominfo, Kodam. Serta aliansi Jurnalis, pers dan komunitas Jurnalis yang ada di Kalimantan Barat.

Ketua Hoax Crisis Center Kalimantan barat Edho Sinaga dalam sambutannya mengatakan  bahwa Kalimantan Barat saat ini diakui di tataran dunia dalam hal melawan hoax. Hal ini bagian dari hasil upaya HCC dalaam menangani kasus hoax dengan cara menyaring dan mengklarifikasi berita hoax yang ada di  Kalimantan Barat, salah satunya dengan membuat web khusus yaitu kalbar.turnbackhoax.id sebagai web yang mempermudah pengguna media melawan hoax.

Seperti yang kita ketahui bahwa Kalimanta Barat merupakan daerah rawan konflik seusai pemilihan gubernur , berlanjut pemilihan presiden. Untuk itu HCC dan seluruh aliansi media akan mengawasi dan turut serta melawan berita hoax.

 

Salah satu organisasi yang berperan penting menangani Hoax adalah  Forum Kerukunan Beragama (FKUB) Dalam acara ini Dr Ismail Rulan selaku ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat di beri kesempatan untuk memberikan materi terkait pentingnya peran tokoh agama terhadap Hoax dan acaman keberagaman di Kalimantan Barat.

 

Salah satu Upaya FKUB dalam menangani kasus hoax dibarengi dengan menyebarkan pesan damai adalah melalui Orasi atau Ceramah/khutbah tokoh agama, kemudian melalui narasi atau media , dalam hal ini tokoh agama yang memiliki jejaring media dapat menyampaikan pesan damai.

Ketua FKUB juga mengatakan bahwa upaya untuk menetralis berita hoax dapat dilakukan melaui pendekatan agama dan budaya. Ia juga menjelaskan untuk menyebarkaan kedamaian dan melawan berita hoax dapat melalui instatnsi apa saja.

“ Kita menggunakan Instansi yang berbeda, akan tetapi substansinya sama yaitu menyampaikan kedamaian dan melawan berita hoax” pungkasnya.

Ia juga menegaskan kepada jurnalis maupun pers agar tidak mempolitisasi tokoh agama,

“Saya beerpesan kepada para jurnalis ataupun pers, jangan pernah mempolitisasi tokoh agama, FKUB berusaha menjaga marwah agama yang bersgam di Kalimantan Barat”

Lain halnya Rektor Universitas Tanjung Pura Prof.Dr Thamrin Usman menyampaikan solusi menangkal berita hoax yaitu dengan cara klarifikasi dan senantiasa mendapat  hasil kesimpulan yang baik.  Ia menyampaikan tentang pentingnya membangun SDM agar siap menghadapai lika liku Informasi Teknologi (IT) kedepan.

“Perlunya membangun SDM dengan tiga pilar, yang pertama melaui sistim pendidikan, yang kedua karakter building mencangkup agama social dan etika, dan yang terakhir soft skil” terangnya. (Maulida)

 

Check Also

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Ketua PC PMII SIngkawang Himbau Kader Untuk Tetap Dirumah

SINGKAWANG – NU Khatulistiwa, Jumlah kasus virus Corona (COVID-19) terus meningkat di Indonesia. Di Kota …

Tinggalkan Balasan

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com