fbpx
Home / Berita / Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Olah Sampah Jadi Pupuk Kompos

Mahasiswa KKL IAIN Pontianak Olah Sampah Jadi Pupuk Kompos

Kubu Raya – NU Khatulistiwa. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Telah sukses melakukan pelepasan terhadap 800 mahasiswa KKL yang akan ditempatkan di berbagai kecamatan daerah Kab. Kubu Raya, sebagai sasaran utama pengabdian nyata tahun ini.

Namun ada beberapa program yang unik yang dilakukan oleh mahasiswa, walaupun mereka dididik dalam naungan kampus agama islam namun tidak menutup kemungkinan mahasiswa dapat berpotensi dalam bidang yang lainnya, hususnya dalam bidang pengembangan pertanian dan pupuk kompos.

Salah satu kelompok KKl yang yang ditempatkan di Parit Haji.Ali , Dusun karya II, Desa kuala dua ini mendapatkan dukungan dari dosen pembimbing dan pendamping untuk selalu melakukan aksi-aksi dari berbagai sektor diantaranya adalah dalam pengembangan bidang pertanian yang dilakukan para mahasiswa kelompok “50” tersebut.

Kegiatan yang dilakukan pada Sabtu 4 agustus itu berjalan dengan lancar, posko yang berlokasi di kediaman bapak MANSUR. MM selaku Dosen pamong KKl kelompok 50 yang menjadi tempat tumpang tindih dari berbagai kegiatan kepada masyarakat.

Program ini mendapatkan dukungan dari barbagai pihak, baik dari Dosen pendamping dan pembimbing kelompok 50 yang bertepatan di Parit Haji ali tersebut, DR. MISDAH.M.Pd selaku dosen pembimbing menuturkan “ kalian berada disini jangan hanya terpaku terhadap kegiatan atau program akademisi saja, kembangkanlah potensi kalian selama berbaur dengan masyarakat, Imbuhnya, Bapak ASPARI,S.Pd.i selaku dosen pendamping kelompok 50 juga menuturkan “ wujudkan aksi-aksi kalian yang unik, kreatif dan innovative selama kalian berada di KKL, imbuhnya.

Yang paling penting bagi mahsiswa adalah bagaimana bisa belajar dengan masyarakat dan bisa berbaur dengan masyarakat, tidak cukup kalau hanya belajar dikelas saja, mahasiswa harus terjun langsung untuk melakukan pengabdian pada masyarakat.

Setiap kelompok tentu mempunyai ketua masing-masing untuk menahkodai jalannya kegiatan selama kurang lebih 35 hari tersebut, KHAIRUL ANAM sebagai ketua kelompok “50” menuturkan  “ dalam pengabdian ini butuh semangat yang tinggi, kerja sama dan sama kerja untuk mencapai tujuan bersama,  imbuhnya.

Kegiatan selama KKl ini didukung dan diarahkan oleh dosen pamong kelompok “50” bapaK MANSUR,MM. selaku bendahara umum HIPMI KAL-BAR sekaligus Sekretaris IKBM KALBAR menuturkan “ Lakukanlah yang terbaik yang kalian bisa, semoga dalam proses pengabdian ini berjalan dengan lancar, dan ditunggu kontribusi para mahsiswa kepada masyarkat yang nyata, tuturnya.

Ada banyak hal yang harus dipelajari mahasiswa dalam pengadian masyarakat ini, melakukan hal yang bermanfaat itu adalah hal yang terpenting, karena tidak cukup mahsiswa bermukim selama kurang lebih 35 hari namun tanpa aksi yang nyata kepada masyarakat, butuh kerja ektra dan kerja sama kelompok di tiap-tiap lokasi kelompok dimana mahasiswa ditempatkan (Anam/Maullida)

Tinggalkan Balasan