fbpx
Home / Berita / Dai Internasional Ikuti Forum Pertemuan Ulama Di Jakarta

Dai Internasional Ikuti Forum Pertemuan Ulama Di Jakarta

Jakarta – NU Khatulistiwa, Selasa,3/7 bertempat di ballroom Hotel Grand Cempaka Jakarta, wapres RI Jusuf Kala akan membuka secara resmi kegiatan “Forum pertemuan du’at dan ulama Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa yang ke-5”. Tahun ini acara forum tersebut mengambil tema “Wa’tashimu” yang diterjemahkan secara bebas menjadi “Sinergi untuk Harmoni”.

Sesuai dengan temanya, forum ini ingin menegaskan bahwa dai dan ulama mempunyai peran strategis untuk menciptakan kedamaian, stabilitas, dan kesejahteraan. Peran tersebut bisa berjalan dengan baik manakala terjadi komunikasi dan sikap saling menghargai antar dai dari berbagai elemen dan latar belakang paham keislaman.

Kesadaran bahwa kebhinekaan merupakan anugerah Allah yang harus dirawat dan dikembangkan untuk menciptakan kedamaian dan keunggulan, merupakan outcome yang diharapkan dapat terwujud pasca berakhirnya forum ini.

Forum ini akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 3 sampai dengan 6 Juli 2018. Selama 4 hari tersebut akan digelar sessi-sessi seminar dan diskusi dengan menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, dari dalam negeri akan bertindak selaku narasumber antara lain:
1. Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (Ketua Umum MUI dan Rois Am Nahdlatul Ulama)
2. Habib Lutfi bin Yahya (ketua Jam’iyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah)
3. Prof. Dr. KH. Said Aqil Husin al-Munawar (Guru Besar UIN jakarta)
4. Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Pengurus PP Muhammadiyah)
5. Habib Zein bin Smith (Ketua Rabithah Alawiyah)
6. Prof. Dr. Didin Hafidudin (Guru Besar PAI dari IPB)
7. KH. Syukron Ma’mun (Pimpinan PP Darul Rahman)
8. Dr. Muchlis Hanafi (Kepala Lembaga Pentashih al-Quran Kemenag RI)
dan
9. Ust. Bakhtiar Nashir (salah seorang penasehat ikatan dai Asia Tenggara ggara).

Di samping itu akan berbicara pula beberapa narasumber dari luar negeri antara lain:
1. Syekh Hisyam Abdul Bary (qari Mesir, Direktur Institut al Qur’an di Saudi Arabia).
2. Syekh Abdullah Kamil dari Mesir (qari dan tinggal di Malaysia).
3. Dr. Ahmad Murobith (mufti Mauritania).
4. Prof. Dr. Toha Abidin (Guru Besar Universitas Ummul Quro Makkah).
5. Dr. Fakhrudin Zubair (Universitas Ummul Quro Makkah).
6. Dr. Muh. Ali Syanqity (pengamat dan peneliti masalah agama).
7. Dr. Sholeh Abdul Karim Ahmad (salah seorang pejabat kementerian waqaf Bahrain)
8. Dr. Ali Syarab (Direktur Baitul Hikmah di Makkah).
9. Syekh Muhammad Haritsy (wirausaha dan peneliti masalah keagamaan).
10. Dr. Ali ar-Ruwaily (Bahrain).
11. Tatabina (seorang menteri dari Togo).

Kegiatan ini dihadiri oleh para dai, ulama, akademisi, peneliti, dan pengamat masalah keagamaan yang berasal dari berbagai ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, persis, KODI, FPI, FKUB, dan sebagainya, serta berbagai pesantren di sekitar Jabodetabek.

Jumlah peserta keseluruhan diperkirakan sebanyak 550 orang yang memiliki latar belakang ormas dan pemikiran keislaman yang beraneka ragam. Mereka yang berbeda-beda tersebut dipertemukan dalam satu forum untuk saling mengenal, terbuka, membangun intimasi, dan selanjutnya bersinergi membangun harmoni di Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. (Andy Hadi)

Tinggalkan Balasan