fbpx
Home / Badan Otonom / PMIi Kubu Raya Lakukan Aksi Lanjutan Ke Bawaslu Kalbar Tindaklanjuti Penganiayaan Panwascam

PMIi Kubu Raya Lakukan Aksi Lanjutan Ke Bawaslu Kalbar Tindaklanjuti Penganiayaan Panwascam

Kubu Raya – NU Khatulistiwa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kubu Raya melakukan aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Barat, Senin (5/3/2018), sekitar pukul 13:15 wib.

Aksi ini buntut terjadinya insiden pemukulan terhadap seorang komisioner Panwascam Sui Raya, Kamis (1/3/2018) lalu.

Aksi kali ini, merupakan lanjutan dari sebelumnya, di bundaran Digulis. Sekarang dilakukan ke kantor Bawaslu Provinsi Kaliamantan Barat, disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kalbar Ruhermansyah.

Baca: Pria Gantung Diri Ternyata Perawat di RSUD Landak, Kesaksian Tetangga Mengejutkan

Peserta aksi secara santun, langsung menyampaikan tuntutannya di ruangan audiensi bersama 4 anggota komisioner Bawaslu provinsi sedangkan Ruhermansyah sendiri keluar dari Ruangan.

Wakil Ketua PKC PMII Kalbar Bashori dalam audiensinya menyampaikan agar kejadian pemukulan terhadap seorang Komisioner Panwaslu Sui Raya diberikan tindakan keras dari bawaslu.

“Karena ini telah mencoreng pesta demokrasi yang kita harapkan bersama dapat berjalan lancar dan aman,” katanya.

Untuk itulah, ia meminta agar semua pihak untuk bisa bersama-sama dapat menjaga dan menahan diri, dari tindakan yang dapat merusak suasana pesta demokrasi.

“Mari kita jaga perdamaian ini, mari kita kawal. Apa lagi ini pesta demokrasi. Kami akan kawal terus dan mendukung bawaslu untuk mengusut kasus ini,” tukasnya.

Ketua PC PMII Kabupaten Kubu Raya Farianto meminta penyelesaian terkait penyampaian di media yang berbeda antara Panwascam Sui Raya dan Panwaslu Kubu Raya.

“Kami juga meminta penyelesaian persoalan intimidasi kepada penyelenggara diusut secara tuntas jangan hanya sekedar kutukan tetapi Bawaslu harus ada sinergitas dengan beberapa pihak,” ujarnya.

Baca: Heboh! Running Text Hotel Megaland Solo Diretas dan Mendadak Berganti Kalimat Jorok

Terutama lanjutnya, dari pihak Kepolisian, Gakkumdu, KPU dan Pemerintah Daerah agar masalah yang menimpa penyelenggara tempo lalu tidak terulang lagi.

“Kami minta segera tindak lanjuti kepala desa yang ikut terlibat dalam kampanye, karena itu dilarang dan kami meminta kejelasan, karena statemen Panwaslu KKR kemaren di salah satu media mengatakan tidak ada penyerangan, seolah-olah tidak ada tindakan pengawalan serius kepada kepada jajaran di bawahnya, jika pun itu dipelintir oleh media seharusnya Panwaslu Kubu Raya harus responsif,” pungkasnya. (Farianto)

Check Also

Kepengurusan PC IPNU IPPNU Kota Pontianak Resmi Dilantik

PONTIANAK – NU Khatulistiwa,  Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama …

Tinggalkan Balasan