Home / Ngaji / Menggantungkan Hidup Hanya Kepada Hidayah Allah SWT

Menggantungkan Hidup Hanya Kepada Hidayah Allah SWT

Oleh: Dr Wajidi Sayadi, M.Ag

Dosen IAIN Pontianak
Kehidupan seseorang seringkali mendatangkan  banyak masalah karena terlalu banyak mengandalkan pada kekuatan akal pikiran tambah dorongan nafsu. Kehidupan yang tenang, nyaman dan indah karena selalu menggantungkan hidup pada taufik dan hidayah Allah, tanpa mengabaikan akal. Kehidupan yang selalu terarahkan dan terkendali oleh kekuatan dorongan hidayah Allah. Itulah sebabnya perlu selalu membaca بسم الله الرحمن الرحيم ketika memulai hal۔hal yang baik, dan mengakhiri dengan bacaan الحمد لله, selalu berdzikir dan berdoa kepada Allah. Berdoa bukan semata۔mata seperti meminta۔minta saja, tetapi hakekatnya adalah selalu mendekat, merapatkan dan menempelkan hati kepada Allah. Membuktikan bahwa kita sangat memerlukan Allah.

Seringkali menjadi kekeliruan beragama adalah ketika mengandalkan pada semangat  beragama secara lahiriah, tapi lupa pada hakekatnya.

Dalam Sahih Bukhari diriwayatkan sebuah fakta  seorang sahabat Nabi SAW. yang dikagumi banyak orang karena kehebatan dan keberaniannya membela dakwah Islam berperang bersama Nabi SAW. menumpas musuh۔musuh Islam. Tetapi Nabi SAW. justru menilai sebaliknya dengan sabdanya: “Dia adalah penghuni neraka”. Para sahabat heran dan bertanya۔tanya, bagaimana dia masuk neraka padahal orangnya baik, hebat, berani dan dianggap sebagai pahlawan yang selalu membela dan memperjuangkan Islam.

Lalu ada seseorang yang penasaran mengikuti terus jejak langkahnya ingin menyaksikan bagaimana akhir kehidupan orang ini.

Ketika terjadi perang lagi, ikut berjihad di medan perang. Di tengah peperangan orang ini terluka terkena anak panah, akhirnya ia panik dan kalut tak mampu menahan rasa sakit, ia putus asa, akhirnya ia bunuh diri.

Kejadian ini membuktikan penilaian dan sabda Nabi SAW. bahwa orang ini adalah penghuni neraka, karena ia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Na’udzu billahi min dzalika.

Apa yang terjadi pada zaman Nabi dalam hadis ini mengingatkan agar hati ini dijaga terus agar selalu dekat, melekat dan dikendalikan Allah kokoh dalam istiqamah pada jalan Allah.

Saat ini kita dihadapkan 1001 macam godaan dan rayuan kehidupan dunia menggiurkan yang membuat hati bisa menjadi rusak dan belok ke jalan batil.

Nabi SAW. mengajarkan di antara doa yang perlu selalu dihajatkan kepada Allah.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد اذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة انك انت الوهاب

Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan hidayah, petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi۔Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. (QS. Ali ‘Imran, 3: 8).
اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي علی دينك وعلی طاعتك

Allahumma ya Muqallib al۔Qulub Tsabbit Qalbii ‘ala Diinika wa ‘ala Thaa’atika

Ya Alla yang membolak balikkan hati, kokohkan hatiku atas agama۔Mu dalam selalu berada dalam ketaatan kepada۔Mu.
Mataram, 25 Nopember 2017

Tinggalkan Balasan