Home / Ngaji / ​TRADISI MASYARAKAT SAMBAS DALAMMENYAMBUT 1 MUHARAM (TAHUN BARU HIJRIYAH)

​TRADISI MASYARAKAT SAMBAS DALAMMENYAMBUT 1 MUHARAM (TAHUN BARU HIJRIYAH)


Dalam menghadapi 1 muharram (tahun baru hijriyah), sebagian kaum muslimin di malaysia, Brunei, dan negara lainnya, terutama Indonesia khususnya di daerah Sambas, apabila masuk 1 Muharram ( tahun baru Islam) maka sebagian masyarakat muslim di daerah sambas menyambutnya dengan berbagai macam amaliyah yang sudah menjadi tradisi dari orang tua-tua dulu hingga sekarang ini, masih marak/eksis di lakukan di berbagai desa/ masjid. 
Menjelang 1 Muharram (ba’da shalat Asar), biasanya sebagian masyarakat berkumpul di masjid beramai-ramai untuk menunggu pergantian tanggal. Sekitar jam 5 sore mereka secara berjama’ah membaca do’a akhir tahun. Ada juga masyarat sebelum membaca do’a akhir tahun, mereka bersama-sama membaca surah yasin 1x , setelah itu baru berdo’a. Dan ada juga yang hanya membaca do’a saja, tanpa membaca surat yasin. 
Setelah masuk tanggal 1 Muharram (ba’da maghrib), biasanya sebagian masyarakat berkumpul kembali di masjid beramai-ramai (biasanya setelah mereka shalat berjama’ah maghrib) untuk membaca do’a awal tahun. Ada juga masyarakat sebelum membaca do’a awal tahun, mereka bersama-sama membaca surah yasin 1x , setelah itu baru berdo’a. Dan ada juga yang hanya membaca do’a saja, tanpa membaca surat yasin. Setelah mereka membaca do’a, biasanya mereka menghidangkan makanan (kue) yang mereka bawa masing-masing dari rumahnya. Dan ada juga di sebagaian masyarakat setelah shalat isya mereka mengadakan /mengundang penceramah untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat yang hadir. Ceramahnya biasanya tentang hikmah hijrahnya nabi saw dari makkah ke madinah.
Kemudian ke esokan harinya, di sebagian desa khususnya di waktu pagi, mereka berkumpul kembali di masjid untuk membaca do’a selamat dan do’a tolak bala. Menurut mereka mudah2an dengan berdo’a bersama, Allah memberikan keselamatan kepada masyarakat dan mudah2han Allah menghindarkan segala macam musibah. Ada juga di sebagian masyarakat di pagi itu, di isinya dengan mengundang ceramah untuk pencerahan kepada masyarakat tersebut. 

Ada juga di sebagian desa, mereka di hari tersebut membuat kue di letakkan di meja tamu, seperti hari raya idul fitri dan idul adlha. Karena di hari itu Mereka saling bersilaturrahim dari rumah ke rumah dalam satu hari itu, untuk bersilaturrahim dan saling ma’af mema’afkan antara satu dengan yang lain. Jadi dalam satu hari itu mereka libur untuk berkerja misalnya nelayan ,tani, tukang rumah. 
Ada juga di masyarakat untuk memeriahkan tahun baru islam, selain amaliyah yang diseutkan diatas, mereka mengadakan berbagai macam perlombaan untuk anak dan remaja terkadang juga untuk dewasa, misal baca qur’an, azan, hapalan surat pendek, dan lain-lain. Dan bahkan ada juga pawai atau kanaval serta hiburan rakyat. Begitulah tradisi di masyarakat sambas dari dulu hingga sekarang ini. ,,,,,,,Wallahu a’lam,,,,,,
By. Jayadi, MA,,, bermukim di desa sarilaba.B, kec-jawai selatan , kab-sambas , KALBAR

Guru MAN sambas

Tinggalkan Balasan