Home / Nyantri / ​BID’AHKAH  MENGUMUMKAN BERITA KEMATIAN MELALUI PENGERAS SUARA DI MASJID

​BID’AHKAH  MENGUMUMKAN BERITA KEMATIAN MELALUI PENGERAS SUARA DI MASJID

Kaum Muslimin berbeda pendapat tentang mengumumkan kematian melalui pengeras

suara di masjid.

 

,,,,,PENDAPAT PERTAMA BID’AH /TIDAK BOLEH,,,,Di dalam buku Kesalahan Umum dalam Aqidah dan Ibadah oleh Dr. Wahid Abdussalam Bali,, hal 230.,, Tertulis “Salah satu bid’ah adalah  mengumumkan kematian di manara masjid/ melalui pengeras suara yang di pasang untuk mengumandang kan adzan. Dalilnya Nabi saw bersabda: Melarang mengumumkan kematian (HR. Tirmidzi). Abu Al- Ashmu’i berkata,”Yakni, seseorang naik (ke menara)) dan mengumumkan ke khalayak ramai. Ini pengumuman kematian ala jahiliyah, dan ini di larang.
,,,,,PENDAPAT KE DUA BUKAN BID’AH/ BOLEH,,,,,Asalnya, menyampaikan berita kematian kepada khalayak ramai tidaklah mengapa. Mengumumkan seperti itu termasuk hal yang dibolehkan selama tidak ada unsur terlarang di dalamnya. Di antara dalilnya adalah hadits, Dari Abu Hurairah r.a, ada seseorang yang biasa mengumpulkan sampah/menyapu di masjid) meninggal dunia. Nabi saw menanyakan tentang orang tersebut dan dikabarkan pada beliau bahwa ia telah meninggal. Nabi saw pun bersabda,  “Kenapa kalian tidak mengabariku tentang kematiannya? Sekarang tunjukkan padaku di manakah kuburnya.” (HR. Bukhari no. 458 dan Muslim no. 956).,,,,,,Juga terdapat hadits, “Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw mengumumkan berita kematian An Najasyi pada hari kematiannya. Lalu beliau keluar menuju tempat shalat dan membentuk shaf para jama’ah, lantas melaksanakan shalat jenazah dengan empat kali takbir.” (HR. Bukhari no. 1245)

Apa yang disebutkan di atas sama dengan yang disebutkan oleh ulama besar Syafi’iyah yaitu Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah, di mana beliau berkata, “Mengumumkan berita kematian tidaklah semua terlarang. Yang terlarang hanyalah yang dahulu dilakukan orang Jahiliyah di mana mereka mengutus beberapa orang untuk mengumumkan berita kematian di pintu-pintu dan di pasar-pasar (dengan cara berteriak-teriak). ” (Fathul Bari, 3: 116).,,,,,Ibnu Hajar juga menyebutkan bahwa Sa’id bin Manshur menyebutkan tentang mengumumkan berita kematian yang termasuk perbuatan orang Jahiliyyah. Dikabarkan dari Ibnu ‘Ulayyah, dari Ibnu ‘Aun, ia berkata bahwa ia bertanya pada Ibrahim, “Apakah mereka melarang mengumumkan berita kematian?” Ibrahim pun menjawab, “Iya terlarang.” Ibnu ‘Aun menjelaskan, “Jika ada yang meninggal dunia, maka ada yang akan menaiki hewan tunggangan lantas berteriak di khalayak ramai, “Aku kabarkan tentang berita kematian si fulan.” (Fathul Bari, 3: 117).

Adapun jika memberitahukan kepada kerabat atau orang-orang terdekat tidaklah mengapa. Seperti yang di lakukan sekarang , mengumumkan kematiannya hanya tentang  jam, hari dan tanggal kematian, serta di kebumikannya. Itu tidak masalah,, dan hal tersebut  berbeda dengan zaman jahiliyah dulu yang di larang oleh rasulullah saw. 

,,,,,,,,Wallahu a’lam,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan