fbpx
Home / Ngaji / ​MAKNA BEPAPAS – Tradisi Masyarakat Sambas

​MAKNA BEPAPAS – Tradisi Masyarakat Sambas

Oleh : Ustaz Jayadi Sarilaba
Khodim TQN Sambas
Kita  semua sudah mengetahui bahwa orang tua kita dulu, khususnya di daerah sambas,  banyak sekali yang menguasai ilmu –ilmu keagamaan. Sehingga mereka melakukan sesuatu ibadah dan kemasyarakatan tidak lepas dari sumber agama yaitu al-Qur’an dan Sunnah. Semboyan mereka “ Adat bersandikan syara’,,,,, Syara’ bersandikan Kitabullah”. Inilah kiranya yang jadi acuan orang tua kita dahulu mengadakan tradisi tersebut. ,,,tradisi tersebut menunjukkan jalan untuk taat beribadah kepada Allah. Maka dapatlah kita lihat tradisi-tradisi yang ada sekarang ini tentu beracuan pada kitabullah dan sunnah rasul, yang di sesuaikan waktu dan kemasyarakatan. Diantaranya adalah  bepapas. Yang akan penulis  jelaskan pada kesempatan ini adalah  tentang makna bepapas.

Bepapas adalah salah satu tradisi khususnya pada muslim melayu sambas, yang biasa di laksanakan pada acara mendirikan rumah baru, pindah rumah, tepung tawar (syukuran dikarunia anak oleh Allah), tolak bala’ dll. ,,,,,Alat-alat bepapas : 1. Daun enjuang, daun imbali dan daun mentibar, 2. Kasai langgir yang di cairkan dengan air do’a selamat dan do’a tolak bala yang di masukkan di tempurung/sejenisnya.,,, ,,,,Maknanya:

Daun Enjuang bermakna Hidup ini adalah perjuangan. Janganlah di sia-siakan hidup ini, karena hidup sekarang ini akan kita pertanggung jawabkan di akhirat nanti.,,,,,,,Daun Imbali  bermakna cepat bersatu kembali. Apabila terjadi perselisihan/ dosa yang dilakukan/ tidak taat pada Allah, dll , cepatlah kembali pada aturan-aturan agama.,,,,,,,Daun Mentibar bermakna hidup ini penuh cabaran. Apabila hidup ini selalu tidak sesuai dengan harapan, maka bersabarlah, karena orang yang sabar akan selalu bersama Allah.

Tepung beras  yang di buat kasai langgir bermakna niat yang suci. Jadikanlah segala perbuatan/ ibadah,  di dahului dengan niat yang suci yaitu ikhlas kepada Allah.,,,,,,,, Air tolak Bala’  bermakna Semoga dijauhkan oleh Allah dari bala’, dan apabila bala’ telah terjadi semoga tidak tidak terulang kembali,,,,,,,,Memappas orang dimulai dari arah kepala sampai ujung kaki bermakna apabila akan melakukan sesuatu berfikirlah terlebih dahulu. (((semoga Allah menghindarkan bala’ padamu dari ujung rambut hingga ujung kaki mu))).,,,,,,,,Setelah orang di papas , rumah juga dipapas 4 pojok (pittok) bermakna ingatlah kitab Allah yang di turunkan ada 4 yaitu Taurat ,Zabur, Injil dan Al-Qur’an. /// Sahabat Rasulullah ada 4 yaitu Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali, /// semoga Rumah tersebut di berkahi Allah dan di hindarkan dari bala’,,,,,,,,Yang memapas biasanya 3 orang  bermakna ada 3 rukun agama yaitu rukun iman, rukun islam dan rukun ihsan.,,,,,,,Yang memappas biasanya orang yang di tuakan maknanya hormatilah/ muliakanlah orang yang lebih tua.,,,,,,Setelah selesai bepapas, alat pemapas di lemparkan di depan rumah maknanya semoga bala’, penyakit, hal-hal yang kurang baik memoga di jauhkan oleh Allah dari orang yang tinggal di rumah/tempat  tersebut.

Demikianlah makna bepapas, jadi bepapas salah satu media/sarana untuk berdo’a, silaturrahim dan sedekah. Karena biasanya acara tersebut mengundang tetangga (manfaatnya silaturrahim), menjamu orang yang di undang (tujuannya sedekah), dan do’a bersama ( Agar meminta do’akan kepada orang banyak semoga Allah mengabulkan.,,,,,,,Wallhu a’lam,,,,,,,,

Check Also

Puasa Arafah Berbeda dengan Waktu Wukuf di Arafah, Haramkah ?

  Oleh: Bukhori, M.Pd Pengurus Wilayah GP Ansor Kalbar / Dosen IAIN Pontianak Pada tahun …

Tinggalkan Balasan