fbpx
Home / Berita Foto / Makna Tradisi Saprahan Ala Masyarakat Sambas 

Makna Tradisi Saprahan Ala Masyarakat Sambas 

Iludtrasi Tradidu Makan Besaprah Ala Masyarakat Damhas

Oleh: Ustaz Jayadi Sarilaba

TQN Sambas

Kita sudah semua tahu bahwa orang-orang tua dulu di sambas banyak sekali yang menguasai ilmu agama,  mereka tidak hanya sekedar pengamal teks hadits dan qur’an, dengan cara harga mati tetapi selalu di sesuaikan dengan konteknya, sehingga dapat kita lihat peninggalan mereka yang sudah menjadi tradisi anak cucunya/generasinya  hingga sekarang ini , diantaranya: pindah rumah baru, masang tulang bumbungan, mentradisikan shalawat, bepapas ,balik tikar, makan besaprah dan lain-lain. Kalau kita teliti tradsi tersebut  semua ber sumberkan kepada makna keislaman.,,,,,, Yang saya jelaskan pada kesempatan ini adalah  tentang makna saprahan.

Saprahan terdiri dari, lauk pauk, nasi, sendok, air basuk (air cuci tangan), dan lap tangan, pinggang (tempat makan), dan air minum, kue/buah-buahan.

Maknanya:

Lauk pauk lima macam (5 piring) : maknanya rukun Islam ( syahadat, shalat, puasa zakat, haji).

Pinggan untuk enam orang : maknanya rukun Iman( Iman pada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat dan qadho dan qadarnya)

Sendok lauk 2 buah: maknanya dua kalimah syahadat.( Apabila mau makan perlu sendok maksudnya apabila untuk menjadi orang ber iman/islam dan Ihsan perlu bersyahadat)

Nasi satu baskom : maknanya rukun Ihsan (Engkau menyembah Allah se akan-akan melihatnya , kalau tidak dapat melihatnya Allah pasti melihat engkau).

Air basuk (air cuci tangan pertama dan yang sudah selesai) : maknanya bertaubat. (Sebelum makan biasanya cuci tangan maksudnya sebelum melakukan sesuatu yaitu yang ada dalam rukun islam (membaca syahadat, shalat, puasa zakat, haji),,,rukun Iman ( Iman pada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari kiamat dan qadho dan qadarnya ) ,,,dan rukun Ihsan (Engkau menyembah Allah se akan-akan melihatnya , kalau tidak dapat melihatnya Allah pasti melihat engkau). hendaklah di niatkan di hati tujuan yang baik, dan suci hanya karena Allah semata ,,,,,(Sesudah makan cuci tangan maksudnya apabila telah menjalankan/mengamalkan yang ada pada rukun Islam, rukun Iman dan rukun Ihsan, mungkin dalam melakukan/ mengamalkannya terdapat kekhilafan, kelalaian dan kesalahan maka hendaklah memohon kepada Allah, dengan jalan bertaubat.)

Lap tangan  (setelah cuci tangan, tangan di lap): maknanya meningkatkan melakukan berbagai kebaikan/ibadah, setelah bertaubat. Maksudnya setelah membersihkan segala kesalahan/ dosa hendaklan membersihkan diri dengan memperbaiki nya dengan perbuatan-perbuatan  baik/ibadah.

Minum  dan makan Kue/buah-buahan untuk cuci mulut (setelah selesai makan kemudian cuci tangan lalu minum serta makan kue/buah-buahan, maknanya rasa nyaman dan nikmat maksudnya setelah membersihkan segala kesalahan/ dosa hendaklan memperbaikinya dengan perbuatan baik/ibadah. Maka di situlah akan terasa  nikmat yang datangnya dari Allah, terasa semakin  bertambah sehingga menjadikan diri rasa nyaman dan nikmat dalam mengarungi hidup ini.

Makan dengan melingkar membentuk angka nol dalam bahasa Arab Shofrun. Maknanya persatuan dan perdamaian maksudnya apabila sudah satu keyakinan/i’tiqad hendaklah bersatu jangan ada perselisihan antara satu dengan yang lain, walaupun berbeda posisi (jabatan/pemahaman) tetaplah bersatu seperti angka nol, yang saling menutupi antara satu dengan yang lainnya.,,makan tidak berebutan maksudnya jangan bersaing dengan cara yang tidak sehat,,,mendahulukan orang yang terhormat/tua maksudnya saling hormat/ memuliakan antara satu dengan lainnya, terutama kepada orang yang lebih tua. Membagikan nasi memutar kekanan maksudnya hendaklah memulai sesuatu yang baik, di mulai dengan tangan kanan/ dengan cara yang baik pula.,,,,,Wallahu a’lam,,,,,,,

Check Also

Habib Raihan al-Qadri Ajak Kaum Muslimin Senantiasa Peringati Haul Ulama

KUBU RAYA – NU Khatulistiwa,  Pegalaran Pengajian Akbar dalam rangka Haul Alm. H. Munasik bin …

Tinggalkan Balasan