Home / Badan Otonom / PMII / H. Hasyim Hadrawi: Sambut Mahasiswa Baru, PMII Pontianak Perlu Perkuat Pemetaan Kaderisasi di tiap Rayon 

H. Hasyim Hadrawi: Sambut Mahasiswa Baru, PMII Pontianak Perlu Perkuat Pemetaan Kaderisasi di tiap Rayon 

Pontianak – NU Khatulistiwa, PMII Kota Pontianak bersama dengan jajaran pengurus  Komisariat serta Rayon se-kota Pontianak menggelar diskusi terkait strategi kaderisasi bersama Sahabat Hasyim Hadrawi yang merupakan Senior PMII Kalbar dan juga merupakan mantan Mabinas (Majelis Pembina Nasional) PB PMII.

Diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua cabang PMII Kota Pontianak, ketua Komisariat dan ketua Rayon serta kader PMII Pontianak di Sekretariat PWNU Kalbar jl.Veteran, Minggu (23/07).

Dalam pembukaan Ketua Cabang Kota Pontianak sahabat Mussolli mengatakan, “Tugas kita sebagai struktur kepengurusan perlu menyiapkan beberapa pemetaan dan strategi kaderisasi Formal dan Informal, itu utamanya sebagai organisasi kaderisasi. Sebagai struktur kita juga harus melihat potensi kader bagaimana menempatkan mereka pada potensi yang mereka miliki masing-masing dan berbagi pengetahuan kepada kader yang lain supaya roda organisasi tetap berjalan sebagaimana cita-cita organisasi agar tercapai. Dan untuk menyambut mahasiswa baru struktur kepengurusan Rayon harus kerja ekstra agar pemerataan kader menyebar di semua Fakultas,” singkatnya.

Point penting yang dipaparkan oleh Sahabat  Hasyim Hadrawi tentang pemetaan kaderisasi adalah memperbanyak Mapaba dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya oleh seluruh Rayon yang dikoordinasi oleh Komisariat karena tugas komisariat adalah bagaimana mengkondisikan, merencanakan dan menggerakkan Rayon-rayon jangan sampai ada ego disetiap rayon, memang benar berlomba-lomba dalam kebaikan itu bagus tapi saling membantu itu lebih bagus.

Menyinggung sedikit pada situasi yang telah lalu, beliau mengatakan “Jangan sampai hanya gara-gara kalah persaingan di rayon lalu marah berkepanjangan. Kompetisi itu penting karena itu dapat mengasah dan mengadu kemampuan kita”.

Tidak hanya terfokus pada Mapaba, pengurus Komisariat juga harus berfikir untuk membentuk rayon baru difakultas yang belum terbentuk rayon dengan menggerakkan Rayon-rayon yang ada dan apabila Komisariat tidak mampu menghendel maka dibantu oleh pengurus cabang.

Ada suatu yang menarik dalam pernyataan sahabat Hasyim Hadrawi, beliau mengatakan, “NU dihati saya, PMII di fikiran saya”.

Menurutnya NU bukan hanya sekedar dihati namun sudah mendarah daging ditubuhnya dan PMII ada difikirannya karena PMII selalu hadir dibenak fikirannya.

 “Jujur PMII selalu ada difikiran saya walau sebenarnya saya dapat dikatakan sudah tidak layak memikirkan PMII karena sudah ada amanah dan tanggung jawab yang lain saat ini tapi mungkin ini penyakit bagi saya karena selalu memikirkan PMII, walaupun saya sudah tua saya tetap ber PMII dengan mengkampanyekan PMII dimana-mana termasuk dimedia sosial,” ceritanya.

Ia katakan demikian karena mengingat posisinya saat ini sebagai Sekretaris PWNU Kalbar tapi tetap  cinta terhadap PMII dan selalu membawa nama baik PMII.

Pesan yang juga disampaikan abangda Hasyim yaitu, “Makna sahabat harus dikedepankan agar tetap solid, jangan mau kita diterpa dan di adu domba oleh pihak luar.”

(Rika Artika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *