fbpx
Home / Ngaji / Makna Kue Pasung , khataman Qur’an dan Memasang lilin malam 27 Ramadhan serta Pandangan dalam Islam 

Makna Kue Pasung , khataman Qur’an dan Memasang lilin malam 27 Ramadhan serta Pandangan dalam Islam 

Oleh:Ustaz Jayadi Sarilaba

(Khadim Thariqah Qadiiriyah Wa Naqsabandiyah ( TQN) as-Sambasyah

Biasanya,, mayoritas umat muslim (melayu)  kabupaten sambas dan sekitarnya  pada malam akhir bulan ramadhan , khususnya malam ke 27 ramadhan. Mereka di setiap rumah mayoritas membuat kue pasung, kemudian mereka berbuka puasa di masjid beramai ramai dengan membawa berbagai kue, dan tidak ketinggalan membawa kue pasung. Setelah shalat terawih dan witir dan mereka mengkhatamkan Al-qur’an dengan beramai-ramai. Dan mereka juga yang tinggal di pelosok desa ,biasanya mereka membuat lampu penerang (pelita/lilin /obor kecil dari bambu) di pasang di depan rumah mereka . Demikianlah kebiasaan (tradisi) masyarakat melayu sambas dari dulu hingga sekarang ini.

APAKAH TRADISI TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN DALAM PANDANGAN

Orang tua kita dulu,  tidak diragukan lagi, bahwa banyak sekali mereka yang pandai masalah agama. maka mereka melakukan tradisi diatas tentu sudah di kajinya terlebih dulu, Ternyata apa yang mereka buat semuanya mempunyai makna keislaman .,,,contoh KUE PASUNG (besar di atas lancip di bawah,)maknanya’’’besar di atas : “Amaliyah di bulan ramadhan  Allah lipat gandakan (besar pahalanya)” ,,lancip di dibawah (di ujung) maknanya.”.tetapi apabila sudah di luar bulan ramadhan (syawal dll) pahala dari ibadah tidak lagi dilipat gandakan oleh  seperti di bulan ramadhan”. ,,,,,Makna lain’’’di bulan ramadhan setan2 di belenggu oleh Allah ,, membuka pasung maksudnya beberapa hari lagi belenggu setan akan terbuka seperti membuka kue pasung ini ,,oleh karena itu berhati-hatilah masa yang akan datang karena setan tidak lagi di belenggu oleh Allah.
Makna BERBUKA BERSAMA-SAMA’’’tujuannya silaturrahim dan do’a bersama karena malam tersebut malam yang apabila berdoa mudah di ijabah.
Makna MENGHKHATAMKAN AL-QUR’AN beramai-ramai di malam 27  ramadhan , adalah peluang besar, datangnya malam qadar , mereka berdasarkan hadits nabi saw. :“Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam ke-27” (HR. Ahmad). Jadi, Moment yang bagus untuk mendapat kan malam qadar adalah  dalam keadaan sedang menghkhatamkan Al-Qur’an/ baca Qur’an  kata mereka.
Makna memasang LAMPU PENERANG (pelita, lilin dll)’’’agar Allah memberikan penerangan di dalam hati seperti terangnya di depan rumah yang di beri lampu penerang, sehingga mudahlah mendapatkam malam yang sangat mulia (malam Qadar) dan hari –hari lainnya.

Itulah makna yang menjadi tradisi, tentu sangat sesuai dalam pandangan islam ,maka hendaknya generasi penerus sudah sepantasnnya untuk melestarikannya. Walaupun ada sebagian kaum muslimin yang menolak tradisi tersebut.,,,,Wallahu a’lam,,,,

Check Also

Kau Pernah Salah, Tapi Pasti Pernah Berbuat Baik

Oleh Sholihin H. Z. Kepala Mts ASWAJA Pontianak Belajar menjadi orang baik. Itulah pepatah yang …

Tinggalkan Balasan