Home / Berita Daerah / M. Nurdin Intruksikan Pengawalan dan Pengamalan Pancasila

M. Nurdin Intruksikan Pengawalan dan Pengamalan Pancasila

M. Nurdin (Ketua GP Ansor Kalimantan Barat) Saat Memimpim Apel Kesetian Pancasila Gp. Ansor Kubu Raya. Sui. Ambawang, Minggu, 4/6/2017

KUBU RAYA, NUKHATULISTIWA, – M. Nurdin, Ketua Geraka Pemuda Ansor Kalimantan Barat (Kal-Bar) intruksikan kepada seluruh Pengurus Ansor dan Banser se-Kabupaten Kubu Raya untuk tetap komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan di Kabupaten Kubu Raya, Pesan tersebut disampaikan pada acara Apel Kesetiaan Pancasila GP. Ansor Kubu Raya, Ahad (04/Juni/2017)

NKRI itu tetap harga mati bagi kami, siapapun yang menganggu Indonesia kami sudah siap berada dibarisan terdepan untuk membela Negara Indonesia.

“Mari jaga keberagaman yang beberapa bulan ini mengalami pergeseran, gaung kembali nilai-nilai pancasila yang merupakan sebagai konsensus para Ulama” Kata Nurdin.

Pancasila merupakan kesepakatan yang sudah disesuaikan dengan kondisi Indonesia oleh para pendiri Negeri dan para Ulama, sehingga Pancasila tak perlu kita bahas kembali akan 5 sila yang sudah menjadi Pancasila tersebut.

“NKRI adalah harga mati, jika NU sudah sepakat dengan pancasila kita siap menjaga pancasila ini sampai tetes penghabisan, baik tenaga, keringat, waktu dan nyawapun kami siap”. Tegas Nurdin

Saya perintahkan kepada seluruh Ansor dan Banser di daerah-daerah untuk mencegah segala bentuk kekerasan dan bentuk apapun dan saya minta kepada seluruh ansor dan banser untuk melaporkan kepada pihak kepolisian sebelum bertindak.

Nurdin menambahkan, Kita disini berada kerena kemajemukan dan Indonesia kita merdeka karena perbedaan itu, bermacam-macam Suku dan Agama ada di Indonesia sehingga persatuan dari beberapa suku dan agama tersebut kita menjadi Indonesia.

“Jangan jangan sampai anda mengejek dan mencela karena belum tentu yang kita ejek yang kita cela lebih baik dari pada kita”. Tambah Nurdin

Menurut Nurdin, Kemajemukan adalah sunnatullah yang harus kita jaga. Penerimaan Pancasila sebagai asal NU bukan tampa sebuah pertimbangan apalagi yang menyetujui dan yang merumuskan pancasila adalah ulama, ulama yang sudah di akui kealimannya.

Tampa kita sadari bahwa negara ini seakan-akan terpecah belah oleh kelompok yang menginginkan negara ini guncang, sebab itu kami intruksi kepada seluruh pengurus, anggota dan pasukan Ansor dan BANSER untuk tetap satu komando dan satu barisan berjuang di bawah kibaran berdera NU menjaga keutuhan NKRI.

“Jangan Sampai semangat perjuangan sahabat sahabat dalam mengawal NKRI ini tergerus oleh pemahaman pemahaman yang radikal dan intoleransi, Indonesia ini Bhineka Tunggal Ika berbeda beda salam satu tujuan, berbeda beda namun satu rumah, berbeda beda tapi satu haluan, berbeda beda tapi satu darah, yaitu darah semangat merah putih Indonesia. Tambah Nurdin. (Fir)

Tinggalkan Balasan