Home / Catatan Ringan / ​Pulang ke Desa

​Pulang ke Desa


Dr. Abdul Mukti Rouf

Wakil Katib Syuriah PWNU Kalbar

Desa tempat kembali “orang kota” yg berasal usul dari desa. Pulang ke desa berarti pulang ke asal usul. Itu bisa dimaknai sbg “simbol sosiologis” bhw kembali ke asal-usul (fitrah) adlah panggilan prmordial yaitu kembali ke nilai2 ilahiyah dimana sebaik baik kembali adlah kembali ke Sang Asal Usul: Tuhan.
Di desa kini banyak yg berubah. Ada nilai2 masyarakt kota yg bergerak merangsak di sini. Kehadiran warung2 sembako berwaralaba sdh jd trend. Semntra “warung tetangga” mulai dipandng sebelah mata.
Dulu, di warung tetangga, selain terjdi transaksi ekonomi, selalu dibarengi “transaksi kebudayaan”. Antra pembeli dan pemilik warung transaksinya begini:

 Pembeli: “Kang Haji, mau beli beras sama gula”

Pemilik warung: “oh ya, buat siapa?

Pembeli: buat romo yai.

Pemilik warung: oh ya. Kirim salam buat romo yai. Ini sy tambhkan gulanya seprapat buat romo yai. Mnta “pandongane” (mnt didokan smg berkah ya”

Pembeli: “nggih…monggo Pak Haji…”.
Coba skrng Anda belanja di warung berwaralaba!!! Model transaksinya–tanpa disadari–sekularistik. Tdk mngnal antra pemebli dan penjaga kasir. Siapapaun Anda, akan diperlakukan sama. Yg penting Anda bayar sesuai bandrol. Ga akan terjdi tmbahan krena konsep KEBERKAHAN. Dagang ala Kapitalisme ga mnghbngkan antara nilai2 sosial apalagi religi dg aktivitas ekonomi. Mngkn ini sepele. Tp kegiatan ekonomi di desa yg semula bersahaja berubah hny semata dg “berharga”. Hmmmm
Di depan kasir warung berwaralaba, Anda sering ditanya” 200 atau 300-nya boleh disumbangkan ga?. Spontan Anda menjawb: ya.” Lalu utk siapa???
Di desa tngah trjdi pergeseran dari cita rasa sosial yg bersahaja ke citra rasa “orng kota” yg serba harga.
Agaknya, “Gerakan Belanja ke Warung Tetangga” hrs mnjd fokus kebudayaan kita. Mereka tak bermodal besar apalgi raksasa sprt big boss-nya warung Waralaba. Mngkn akn lbh mahal 200-300. Tp selisih hrg itu hanya utk mnjmn sekolah anak2nya. Smntra di “toko sebelah”, keuntungn 200-300 rupiah x seindonesia, utk mngjar posisi ekonomi dan politik dirinya. Utk mnguasai aset2 ekonomi dan politik nasional yg serba-MEGA.

Kembalilah ke warung tetangga wahai warga desa. Kembali k warung tetangga berarti kembali k asal usul sbg orng desa.
Ke desa kita kembali, ke desa kita membeli…

Desa Kalimaro Blok Gudang

3 Syawal 1438 H.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *