fbpx
Home / Berita / Syiarkan Ekonomi Syariah, LPNU Pontianak Latih Mahasiswa Daerah

Syiarkan Ekonomi Syariah, LPNU Pontianak Latih Mahasiswa Daerah

 

PESERTA – Peserta pelatihan Kader Ekonomi Syariah (Kades) diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai daerah Kalbar, Pontianak, Minggu, (30/4/2017). Sumber foto: Istimewa

 

PONTIANAK, NUKHATULISTIWA – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kota Pontianak, menggelar pelatihan Kader Ekonomi Syariah (Kades) bagi mahasiswa dari berbagai daerah Kalbar di Pondok Pesantren Darussalam, Kelurahan Saigon Kecamatan Pontianak Timur,  Pontianak. Minggu, (30/4/2017).

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan ekonomi syariah pada mahasiswa yang diharapkan mampu untuk menerapkannya di kampus hingga lingkungan masyarakat pada umumnya.

“Mereka dilatih selama dua hari agar siap untuk mensyiarkan ekonomi syariah. Dimulai dari lingkungan kampus yang selanjutnya akan terjun langsung ke masyarakat,” ujar Wakil Sekretaris LPNU Kota Pontianak, Abdul Muhid.

Muhid menyebutkan, materi yang diberikan di antaranya pengelolaan ekonomi mikro syariah, analisis sosial, literasi keuangan syariah dan pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.

“Di samping untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah, para alumni Kades juga nantinya bisa diserap di lembaga keuangan mikro syariah seperti koperasi syariah maupun Baitul Maal wat Tanwil (BMT),” terangnya.

Pelatihan ini turut menggandeng sejumlah koperasi syariah dan BMT yang ada di Pontianak dan Kubu Raya. Antara lain Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Berkah Miftahul Ulum, BMT Barokah Abdussalam dan KSPPS Kopsyah Mitra Masyarakat.

“(Koperasi dan BMT ini) Siap untuk menampung mereka (peserta Kades),” kata Muhid.

Pelatihan yang diselenggarakan LPNU Kota Pontianak ini, disambut baik oleh Ketua Pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Kopsyah Mitra Masyarakat, Abdul Hamid.

“Koperasi Syariah dan BMT memiliki kontribusi yang jelas dan konkrit dalam pemberdayaan ekonomi umat, melalui pemberian pembiayaan kepada sektor usaha mikro dan kecil agar dapat mengembangkan usaha dan dapat memproduksi lebih efisien untuk dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Baik itu sesama usaha mikro dan kecil sebagai barang substitusi, atau dengan unit usaha yang lebih besar sebagai barang komplementer,” ucap Hamid.

“Oleh karena itu, kehadiran para kader ekonomi syariah bisa menambah syiar lembaga keuangan mikro syariah ke masyarakat,” pungkasnya. (*/cil)

Tinggalkan Balasan