Home / Berita Daerah / Sahidin: Memimpin Mayoritas Muslim, Kades Non-Muslim Ini Mengayomi Masyarakatnya

Sahidin: Memimpin Mayoritas Muslim, Kades Non-Muslim Ini Mengayomi Masyarakatnya

(Foto:Abdus)
(Foto:Abdus)

Retok – NU Khatulistiwa, Sabtu (04/03) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Permata Nurul Islami Desa Retok melaksanakan pelantikan. Pelantikan ini dihadiri oleh Bapak Darwis,S.Ag (KUA Kecamatan Kuala mandor B), Sahidin,SH (Kepala Desa Retok), dan tokoh-tokoh agama. Majelis ini baru didirikan untuk pertama kalinya. Majelis taklim ini adalah majelis yang mewadahi 7 kelompok majelis taklim se-desa retok. Acara ini dilaksanakan di Masjid Hidayatul Muslimin Dusun Retok Kuala Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya.

Ada yang menarik dalam kegiatan ini,Dalam agenda ini ada dua kegiatan yakni pelantikan BKMT sekaligus rapat pembentukan pusat masjid se-desa. Kedua lembaga ini dari Majelis taklim dan Dewan Majelis Masjid sama-sama dibina oleh Bapak Sahidin,SH yang justeru bukan beragama islam.

Desa Retok adalah desa dengan mayoritas muslim dan dipimpin oleh kepala desa non-muslim selama dua periode. Desa Retok dikenal dengan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai toleransi. Sebagai kepala desa bapak Sahidin dikenal sebagai pemimpin non-muslim yang mampu mengayomi masyarakat muslim di desa tersebut.

Ibu Sakdiyah selaku ketua majelis taklim mengatakan:”Ucapan terima kasih berkat dorongan dan motivasi bapak Sahidin, kami terus bersemangat untuk membentuk majelis taklim desa retok. Tanpa dorongan dan semangat dari beliau majelis taklim ini tidak mungkin terbentuk.”

Bapak Darwis,S.Ag sebagai kepala KUA Kec Kuala Mandor B menyampaikan: “Desa retok adalah desa yang dikenal dengan tolerasi antar umat beragama dan suku, bahkan sudah dikenal di tingkat kabupaten.”

Bapak Sahidin sebagai Kepala Desa menghimbau :” Jadikanlah majelis taklim ini sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah. pembangungan sarana ibadah akan saya upayakan dengan baik, baik sarana ibadah umat muslim maupun yang beragama lain”

“Kami juga akan membentuk pusat masjid dan akan dijadikan masjid jami’, dengan 7 masjid dan 10 mushollah, akan ada satu masjid yang akan menjadi pusat pertemuan antar ketua masjid dan akan dibangun. Tidak hanya itu setelah ini kami juga akan membentuk pusat gereja di desa ini, dari 3 gereja akan dipilih satu gereja untuk menjadi sentral.”Ungkap bapak Sahidin.

(Aw/sam)

Tinggalkan Balasan