Home / Berita Daerah / Usai Dengarkan Salawat, Iban Asal Malaysia Bersyahadat

Usai Dengarkan Salawat, Iban Asal Malaysia Bersyahadat

MASUK ISLAM - Habib Thoha bin Husein Al-Jufri, menggandeng pria Dayak Iban, Kuching, Malaysia, usai mengikrarkan diri masuk Islam. Foto: Istimewa
MASUK ISLAM – Habib Thoha bin Husein Al-Jufri, menggandeng pria Dayak Iban, Kuching, Malaysia, usai mengikrarkan diri masuk Islam. Foto: Istimewa

PONTIANAK, NUKHATULISTIWA – Lantunan salawat dan salam ke Baginda Nabi Muhammad, seolah merasuk ke dalam relung hati seorang pria berbadan kurus dengan tato di lengan.

Usai mendengarkan salawat yang dibacakan Habib Thoha bin Husein Al-Jufri, Pimpinan Majelis Zikir dan Salawat Syarobut Thohur, Kubu Raya, pada acara maulid di Negeri Jiran, Kuching, Malaysia, Minggu (1/1), pria yang diketahui dari suku Dayak Iban itu memeluk agama Islam.

“Alhamdulillah, guru kita Habib Thoha yang berdakwah di Kuching, Malaysia, membimbing seorang muallaf mengucapkan dua kalimat syahadat,” ujar Ketua PW GP ANSOR Kalbar, Muhammad Nurdin, di Pontianak, Selasa (3/1/2017).

Sebagaimana diketahuinya, Habib Thoha telah kesekian kalinya membimbing orang masuk Islam. Dakwah yang disampaikannya dengan cara santun, sehingga orang dengan mudah menerima hidayah Islam.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِين

Demikian disampaikan Nurdin dengan membacakan dalil, Surah An-Nahl ayat 125.

Dewasa ini, katanya, tak jarang dalam menyampaikan suatu kebenaran, seseorang melakukannya dengan cara yang kurang elegan. Alhasil, bukan malah menerima, tapi pendengar bahkan ada yang menolak mentah-mentah.

“Ini haram, itu haram. Sedikit-sedikit mengkafirkan. Kalau seperti ini, bukan dakwah namanya,” kritik Nurdin.

Ia berharap, kedepan bagi setiap pendakwah dapat menyampaikan pengetahuan agama dengan cara yang lebih arif lagi. Memahami psikologis orang lain itu penting.

“Sehingga bukan amarah, tapi menciptakan agama yang ramah,” tuturnya. (umar)

Tinggalkan Balasan