fbpx
Home / Berita Daerah / Gelar Kajian Perdana, Lakpesdam Bahas Relasi Sunni-Syiah

Gelar Kajian Perdana, Lakpesdam Bahas Relasi Sunni-Syiah

Foto : Suasana Kajian Rutin Lakpesdam saat membahas Relasi Sunni-Syiah. Menghadirkan DR. Syarif (Sekretaris Tanfidziyyah sekaligus Warek II IAIN Pontianak) sebagai Pemateri.
Foto : Suasana Kajian Rutin Lakpesdam saat membahas Relasi Sunni-Syiah, Selasa (10/1). Menghadirkan DR. Syarif, MA (Sekretaris Tanfidziyyah sekaligus Warek II IAIN Pontianak) sebagai Pemateri.

PONTIANAK, NUKHATULISTIWA – Kajian keagamaan memang sudah merupakan agenda wajib yang terus disemarakkan oleh warga Nahdliyyin. Hal ini terbukti dengan suksesnya agenda kajian rutin dwi mingguan yang diprogramkan oleh Lakpesdam. Lembaga PCNU Pontianak yang bergerak di bidang Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ini menggelar agenda perdananya di Aula PCNU Kota Pontianak, selasa (10/1).

Kajian Perdana ini menghadirkan DR. Syarif, MA sebagai pemateri. Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kota Pontianak yang sekaligus Warek II di IAIN Pontianak ini mempresentasikan hasil risetnya tentang “Relasi Sunni-Syiah dalam Tradisi Tajin Ressem Masyarakat Madura Pontianak”.

“Memang kita berupaya untuk menghadirkan pemateri yang sudah memiliki hasil-hasil riset ilmiah” Tutur Budi Yono, Ketua Lakpesdam PCNU Kota Pontianak saat ditemui.

Syarif menegaskan bahwa ada titik temu dalam tradisi yang diselenggarakan oleh masyarakat Sunni khususnya warga Madura Pontianak dengan rangkaian tradisi yang dikerjakan oleh warga Syi’ah khususnya dalam tradisi Tajin Ressem yang secara turun temurun dilaksanakan pada tanggal 10 bulan Asyuro. “Esensi dari Tajin ini adalah unsur sodaqohnya, yang mana pekerjaan sodaqoh dapat membuat kita terhindar dari bala”. Ujarnya saat presentasi.

Baik warga Madura atau pun Syi’ah, mereka sama-sama mensakralkan tanggal 10 Asyuro ini. “Dua golongan ini berkeyakinan bahwa tanggal ini adalah bulan yang dipenuhi dengan bala, maka sebagai upaya untuk menolak bala itu, masyarakat Madura bersedekah dengan makanan yang disebut dengan Tajin Ressem”. Ujarnya. “Hal ini menunjukkan bahwa antara Sunni dan Syiah memiliki pertautan yang hampir sama utamanya dalam tradisi, seperti Mencintai Para Haba’ib, Sholawatan dan lain sebagainya”. Ujarnya melengkapi.

Turut hadir dalam acara ini jajaran pengurus Banom dan Lembaga PCNU Kota Pontianak, seperti IPNU, Ansor, PMII, Muslimat dan yang lain. Acara usai pada pukul 22.10 dini hari. Budi Yono mengatakan bahwa Kajin ini akan dilanjutkan pada akhir bulan ini dengan tema yang lebih menarik. “Insha Allah kita akan akan menghadirkan pemateri yang mampu membedah sejarah dan pemikiran Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari” Tutur Dosen FTIK IAIN Pontianak ini saat memberikan closing statement di akhir acara. (Muhas)

Tinggalkan Balasan